Bersahabat Dengan Alam

September 4, 2008
By

People who had a loose tongue with no action such as the garden with the seed overgrow

Orang yang hanya pandai berbicara tanpa tindakan nyata sama dengan kebun yang penuh dengan rumput dan onak. Dari jauh terlihat hijau dan subur namun tidak ada sesuatu hal berguna yang bisa diambil. Untuk membuat kebun agar bisa ditanami dengan baik, tidak ada cara lain kecuali dengan membuatnya subur. Salah satu hal penting untuk membuat kebun tersebut menjadi subur adalah mencangkul.

Seorang anak yang menatap cangkul mereka akan langsung berpikir untuk mengayunkannya ketanah dalam dalam, ‘cangkul, cangkul, cangkul yang dalam… mungkin lagu tersebut yang mengilhami mereka. Kemudian mereka akan membabat rumput rumput liar, gundukan tanah bahkan ada kalanya karena tidak mampu mengendalikan diri mereka juga akan membabat sayur, buah, serta bunga bunganya sekalian.

Anda tahu, mencangkul sebenarnya bukanlah satu pekerjaan yang bisa dilakukan dengan tergesa-gesa. Hal itu yang harus anda tanamkan dalam pikiran anak. Mencangkul harus dilakukan dengan hati-hati dan penuh kesabaran terhadap bumi. Bercocok tanam adalah suatu tindakan persahabatan. Tanpa bersahabat dengan alam tidak mungkin akan merubah tanah mejadi subur.

Ada 2 hal pokok untuk mengajar anak mencangkul dan berkebun, yaitu:

Dengan menguasai ketrampilan sederhana menggunakan cangkul ini, anda akan memberikan satu kesenangan tersendiri yang tidak akan tergantikan oleh si anak. Sementara belajar berkebun dan memelihara tanaman, ia akan mempelajari satu hubungan yang harmonis antara bumi, langit, dan matahari. Dan suatu saat nanti, ketika berada sendirian dikebun dengan cahaya matahari membelai punggungnya, ia akan sangat berterima kasih dan bangga kepada anda sebagai orang tua yang telah mengajari cara menggunakan cangkul dengan baik.

Tags: , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*