Belajar Mandiri Dengan Mengenal Ular Berbisa
Knowledge is power and most of them used for handling fear
Ular merupakan binatang reptil yang bisa dibilang sangat unik. Secara fisik binatang ini mampu berlari dengan cepat meski tidak mempunyai kaki, tubuhnya terlihat tetap basah berkilat meskipun ditengan padang gurun yang kering. Ular ditakuti oleh sebagian besar orang terutama wanita, apalagi anak anak. Bahkan konon menurut alkitab ular merupakan musuh wanita yang nomor satu. Namun anehnya banyak para wanita yang ingin bisa berganti kulit seperti ular.
Ular bisa menjelma seperti monster dengan senjata utamanya yaitu bisa. Dengan bisa ular yang sangat beracun ini, pada beberapa jenis ular dapat membunuh dengan hanya satu gigitan saja. Karena itulah pada beberapa orang termasuk anak-anak, setiap kali mereka menjumpai ular, reaksi yang timbul pertama kali adalah berlari cepat menghindar atau berusaha membunuhnya. Memang hal itu adalah suatu reaksi yang wajar, namun sebenarnya itu merupakan kebodohan.
Sebenarnya dengan sedikit pengetahuan kita akan bisa membedakan mana ular berbisa dan mana yang tidak. Sebab sebagian besar ular ternyata tidak mempunyai racun yang cukup mematikan. Berlari terbirit-birit karena satu hal yang tidak perlu merupakan hal yang menggelikan, terutama bagi anak laki-laki.
Lalu bagaimana cara membedakan ular berbisa dan tidak dalam sekejap? Rahasianya ada pada bentuk kepalanya.
Binatang reptil yang tidak berbisa seperti plains garter snake merupakan ular kecil yang biasa dijumpai di kebun ini mempunyai kepala yang panjang dan sempit. Dan ular yang tidak berbisa biasanya mempunyai kepala seperti ini.
Sedangkan jenis yang berbisa dan banyak dijumpai di Amerika Utara 99 persen memiliki kepala yang lebar dan berbentuk segitiga. Ini disebabkan karena mereka termasuk jenis pit viper, yaitu ular yang mempunyai taring panjang, berongga, dan menggunakan pit atau lobang dikedua sisi kepalanya sebagai indera perasa untuk mendeteksi binatang kecil berdarah panas yang sangat digemarinya. Yang termasuk jenis pit viper diantaranya adalah ular derik atau rattler snake, cottonmouth (water moccasins) dan ular dengan kepala berwarna tembaga, copperhead.
Sebagai orang tua perlu juga anda katakan kepada si anak bahwa ular hanya mampu menyerang sejauh separuh dari panjang badannya. Dengan mengatakan fakta ini maka anak anda tidak perlu lari terbirit-birit seperti yang dilakukan temannya apabila menjumpai ular. Ia akan mengamati ular tersebut dalam jarak yang aman, sementara teman-temannya panik berlarian kesana kemari. Dengan begitu ia akan tahu bahwa ia dan teman-temannya akan baik-baik saja selama mereka tidak mengganggu reptil tersebut.
Dengan memberikan sedikit pengetahuan ini kepada anak terutama anak laki-laki, maka sebagai orang tua anda akan mendapatkan point spesial dari diri si anak hingga menjadikan diri anda idola bagi mereka. Ingat anak laki-laki selalu bangga apabila disebut pemberani oleh teman-temannya. Dan dengan mengajarkan hal ini berarti anda sekaligus memberikan pengertian bahwa pemberani saja bukannya hal yang bijak.
Akan tetapi berani karena melakukan perhitungan yang matang adalah hal yang seharusnya dilakukan oleh laki-laki. Dan hal lainnya, dengan pengetahuan yang benar anak akan bisa menentukan sendiri mana hal yang berbahaya. Hal ini merupakan langkah awal yang bagus buat mereka untuk membentuk sikap mandiri.

Aug 11th, 2008 at 10:59 pm
[...] sekitar mengenali ular berbisa, lalu apakh semua ular berbisa memiliki kepala dengan rahang yang lebar? Jawabannya adalah tidak. [...]
Apr 1st, 2010 at 3:48 am
You have to express more your opinion to attract more readers, because just a video or plain text without any personal approach is not that valuable. But it is just form my point of view
Apr 15th, 2010 at 11:52 pm
I am reading this article second time today, you have to be more careful with content leakers. If I will fount it again I will send you a link