Kita telah tahu bahwa untuk memahami dan menyimak kucing bicara adalah dengan mendengar bahasa kucing lewat penglihatan, seperti yang kita ajarkan pada anak. Berikut ini adalah beberapa kata atau perasaan yang pada umumnya diungkapkan kucing melalui gerakan ekornya.
Ekor tegak keatas tanpa lekukan sedikitpun merupakan sapaan semacam “Halo” yang diucapkan dengan antusias dan gembira.
Ekor tegak keatas dengan sedikit lekukan diujungnya kearah dalam berarti sapaan “Halo” namun diucapkan dengan segan. Ada sesuatu yang tidak disukai si kucing
Ekor yang dibengkokkan keatas dan kebawah dengan santai: “Saya merasa damai didunia”
Ekor sedikit diangkat kemudian perlahan dibengkokkan, biasanya diikuti dengan mata membelalak lebar, telinganya tegak serta berputar, sungutnya meregang dan mengarah kedepan: Saya sangat tertarik dan ingin tahu. Ajari dong…
Ekor seluruhnya kebawah dan disembunyikan dengan diapit diantara kedua kaki belakangnya: OK, saya kalah, ampun, kasihanilah saya ampun…
Ekornya sedikit diturunkan dan meregang, diikuti sungut yang mungkin rata dengan wajahnya: Saya sangat takut
Ekor bergoyang dengan kacau kesana kemari: Saya ada konflik, saya ingin melakukan sesuatu… namun setelah saya pikir – pikir saya tidak mau ah
Ekor dan bulu ekor berdiri tegak dan keras keatas: Saya sedang marah… jangan coba-coba dekat
Ekor yang melengkung dan menegang serta dihempaskan kesana kemari sambil mendesis: Saya sangat marah. saya akan menyerang…
Nah contoh diatas adalah ungkapan umum dari kucing. Apabila anak anda memiliki waktu yang cukup untuk berinteraksi dengan kucing kesayangannya, dengan cara yang telah anda ajarkan maka anak akan mengerti lebih banyak mengenai perasaan apa yang ingin diungkapkan oleh si kucing.
